
Dalam dunia olahraga bela diri, menguasai teknik kuncian leher adalah salah satu keterampilan paling krusial, baik untuk menyerang maupun bertahan. Dari pencak silat hingga MMA, teknik ini menjadi senjata andalan untuk melumpuhkan lawan dengan cepat dan efektif. Namun, di balik kehebatannya, kuncian leher juga menyimpan risiko serius jika tidak dipraktikkan dengan hati-hati. Mari kita pelajari berbagai jenisnya dan yang lebih penting, cara menghindarinya.
Apa Itu Teknik Kuncian Leher?
Dalam bela diri, kuncian adalah usaha menguasai atau melumpuhkan lawan dengan cara mengontrol persendian atau bagian tubuh tertentu . Teknik kuncian leher secara spesifik menyasar area leher untuk membatasi pergerakan, menghentikan aliran darah ke otak, atau bahkan membuat lawan kehilangan kesadaran.
Sebuah teknik kuncian leher yang sempurna akan menekan pembuluh darah arteri karotis di leher. Ketika arteri ini tertekan dalam waktu beberapa detik, aliran darah ke jaringan otak berkurang drastis dan menyebabkan pingsan . Oleh karena itu, teknik ini harus dilatih dengan pengawasan ketat karena bisa menyebabkan cedera serius jika dilakukan sembarangan .
Jenis-Jenis Teknik Kuncian Leher yang Populer
Berbagai aliran bela diri mengembangkan varian kuncian leher dengan karakteristik masing-masing. Berikut beberapa yang paling dikenal:
1. Rear Naked Choke (Kuncian Leher dari Belakang)

Teknik ini adalah yang paling populer dan efektif dalam MMA dan Brazilian Jiu-Jitsu. Cara kerjanya, petarung mengunci leher lawan dari posisi belakang dengan melingkarkan lengan di leher dan mengunci tangan di belakang kepala lawan . Posisi ini membuat lawan sangat sulit melepaskan diri karena tangan mereka tidak bisa menjangkau tangan penyerang.
Petarung seperti Amanda Nunes dan Felicia Spencer dikenal sangat mematikan dengan teknik kuncian leher ini, terbukti dari banyaknya kemenangan submission yang mereka raih .
2. Guillotine Choke

Nama teknik ini terinspirasi dari alat eksekusi pancung abad pertengahan. Guillotine choke dilakukan dari posisi depan dengan kepala lawan berada di bawah ketiak, mirip posisi terpancung . Teknik ini menekan pembuluh nadi leher dan jika diterapkan dengan sempurna, lawan tidak punya ruang untuk melepaskan diri.
Petarung MMA Indonesia, Stefer Rahardian, menjelaskan bahwa guillotine choke bisa menjadi senjata serangan balik yang mematikan saat lawan melakukan takedown namun posisinya tidak sempurna . Dalam pertarungan Houthaifa Gdouda vs Najim Mamkegh, teknik ini bahkan membuat lawan tak sadarkan diri di atas ring .
3. Anaconda Choke

Sesuai namanya, kuncian ini bekerja seperti ular anaconda yang melilit mangsanya. Anaconda choke mengkombinasikan kuncian kepala dan lengan dengan genggaman khusus bernama figure-four grip . Teknik ini ditemukan oleh Milton Viera, petarung Brasil, pada awal 2000-an dan sejak itu menjadi salah satu kuncian wajib dalam Jiu-Jitsu.
4. Brabo Choke

Kuncian ini menghentikan aliran darah ke kepala dengan menempatkan kedua tangan mengapit leher lawan dan menutupnya dengan tekanan dari berat badan . Tekniknya membutuhkan koordinasi sempurna antara lengan dan postur tubuh.
Cara Menghindari dan Melepaskan Diri dari Kuncian Leher
Berada dalam posisi terkunci adalah momen kritis. Namun, dengan teknik yang tepat, Anda bisa lolos dan bahkan membalikkan keadaan.
– Prinsip Dasar Pertahanan
Kunci utama bertahan dari teknik kuncian leher adalah jangan panik. Pertama, lindungi leher dengan menempelkan dagu ke dada agar lawan tidak bisa masuk dengan sempurna . Kedua, ciptakan celah udara dengan tangan atau dengan mengubah posisi kepala secara tiba-tiba.

– Teknik Melepaskan Diri dari Kuncian Belakang (Nelson Hold)
Jika Anda dikunci dari belakang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Cara pertama: Biarkan kepala merunduk, langkahkan satu kaki ke belakang kaki lawan, lalu dorong lawan dengan siku hingga ia terjatuh. Konsekuensinya, Anda ikut jatuh tapi berada di posisi atas .
- Cara kedua: Saat kepala masih bisa tegak, luruskan kedua tangan ke atas dan segera meluncur ke bawah mengambil posisi jongkok untuk keluar dari kuncian .
– Pertahanan Bawah yang Efektif
Saat berada di posisi bawah, jaga tangan tetap rapat ke tubuh (staying small) agar lawan tidak punya celah memasukkan tangan ke ketiak . Selain itu, aktif menggerakkan pinggul dan lakukan sit-out untuk kembali ke posisi berdiri . Jangan pernah diam terpaku karena itu hanya akan menguras stamina Anda.
Aspek Keamanan dan Kesehatan
Teknik kuncian leher bukan sekadar keterampilan bertarung; ia juga menyimpan risiko medis. Tekanan pada leher membatasi aliran darah ke otak dan menyebabkan syncope (pingsan) . Jika terjadi hanya 5-10 detik, umumnya tidak berdampak serius pada otak meski tetap bisa memberi trauma di leher. Namun, jika berlangsung lebih lama, seseorang bisa mengalami kematian jaringan otak permanen .
Karena itu, dalam latihan, selalu lepaskan kuncian begitu lawan mengetuk (tap out) sebagai tanda menyerah. Partner latihan adalah aset perkembangan bersama yang harus dijaga keselamatannya.

Momen Tepat Untuk Digunakan
Menguasai teknik kuncian leher dan cara menghindarinya adalah keterampilan esensial dalam bela diri. Dari rear naked choke yang legendaris hingga guillotine yang mematikan, setiap teknik memiliki keunikan dan momen tepat untuk digunakan. Namun, yang tak kalah penting adalah etika dalam berlatih: gunakan teknik ini dengan bijak, hormati lawan, dan prioritaskan keselamatan. Dengan latihan rutin dan pengawasan yang tepat, Anda dapat mengembangkan muscle memory yang tajam sekaligus menjaga diri dan partner latihan tetap aman.